Informasi, serba-serbi, dan ajang kegiatan Ekskul Internet JFK School Citra Raya
Showing posts with label eben.feliciano. Show all posts
Showing posts with label eben.feliciano. Show all posts
Thursday, March 24, 2011
cerita tentang guru saya
apada saat itu aku pergi ke sekolah TK aku bertemu ms.sujin. dia sangat jelek sekali dan dia berat hati , suka marah-marah.
Wednesday, March 9, 2011
padahari minggu ku kemarin
pada suatu hari yaitu hari minggu aku bangun jam 5 subuh. aku bangun tidur.aku siap-siap mau ke gereja saatitu aku sedang menggosok gigiku setelah itu aku mandi pagi airnya terasa dingin sekali.setelah mandi aku pakai handuk sampai kering.aku memekai baju yang keren supaya aku gantenga ,ibuku dan nenekku siap untuk kegereja disana aku menuntut firman Tuhan waktuku digereja hanya 2jam saja aku.senang sekolah minggu. waktu itu aku ingin sekali buang air kecil tetapi toiletnya menakutkan jadinya aku tidak jadi buang air kecil. aku sedangmanuju ke atas kelas nenekku sedang menunggu aku untuk mengajak aku pulang kerumah.ahirnya sekolah minggu ini sudah selesai aku pun pergi kebawah untuk bersiap untuk pulang.aku dan nenekku pergi ke tukang mie ayam karena ibumenunggu di sana aku,ibu ku,nenekkumakan bersama-sama aku senang sekali saat itu.saat itu aku ingin membeli mainan.aku diberi uang untuk membeli mainan itu.aku tidak bisa memilih mainannya akirnya aku memutuskan untuk membeli mainan kelereng saja .setelah itu aku pulang ke rumah ku bersama aku,ibuku,nenekku.
Thursday, January 27, 2011
raja yang jahat dan yang baik
pada suatu hari disebuah kerajaan sang raja erans.raja erans setiap hari sealu menghukum pegawai-pegawainya.dia mengusir pegawainya bernama sujin. sujin menjadi tukang minta minta.pada hari itu sujin minta-minta kepada kerajaan Eben yang baik hati. kata sujin 3 hari 2 malam saya belum makan Pak. Kasihan sekali kamu maukah kamu aku jadikanpegawai ku???.OH apakah itu benar!!!!!!!!!!!!!.Ya apakah kau mau???.
ya tentu aku mau!.baiklah kalu begitu.kamu ikut bersama ku akan ku jadikan kamupemain suri ku apakah kamu bersedia???. ya baik lahaku akan menjadi pemain surimu.pada ke esokan harinyasang raja Eben memanggi pemain surinya bernama sujin.Ya ada apa Tuan. mengapa kamusaat itu ada di janannan????.Anu raja saya di usir darikerajaan Erans.Oh raja yang jahat itu.Ya tuanku.baik lah sekarang kamu bisa kembali sekarang!.Baik tuan
ya tentu aku mau!.baiklah kalu begitu.kamu ikut bersama ku akan ku jadikan kamupemain suri ku apakah kamu bersedia???. ya baik lahaku akan menjadi pemain surimu.pada ke esokan harinyasang raja Eben memanggi pemain surinya bernama sujin.Ya ada apa Tuan. mengapa kamusaat itu ada di janannan????.Anu raja saya di usir darikerajaan Erans.Oh raja yang jahat itu.Ya tuanku.baik lah sekarang kamu bisa kembali sekarang!.Baik tuan
Thursday, November 18, 2010
Keberhasilan pendidikan yang dijalani
seorang anak, menurut Psikolog, Bibiana Dyah Cahyani, tidak terlepas
dari peran orang tua. Orang tua memiliki peranan yang penting dalam
menentukan dan mengarahkan sekolah yang tepat buat anaknya. Tapi bukan
suatu hal yang bijak jika pendidikan sepenuhnya diserahkan hanya pada
pihak sekolah saja.
”Sebagus apapun kualitas tempat anak menuntut ilmu secara formal, orang tua tetap memiliki andil yang besar apakah pendidikan yang dijalaninya berhasil atau tidak,” ungkap Psikolog yang akrab disapa Dea ini. Melihat kondisi anak yang masih labil, Dea mengungkapkan pada dasarnya anak sering mengalami kebingungan dalam memilih sekolah yang tepat. Hal ini disebabkan anak belum mampu mempertimbangkan pendidikan model apa yang terbaik buat dirinya, maka orangtua berkewajiban mencarikan pendidikan yang terbaik buat anak-anaknya. Pendidikan yang baik tentunya sesuai dengan karakteristik anak.
”Masing-masing anak mempunyai kebutuhan berbeda untuk model pendidikannya, sesuai dengan kemampuan anak sesuai dan juga kemauan anak, dalam hal ini bukan berarti orang tua boleh memaksakan kehendaknya, tapi lebih pada memberi pengertian pada si anak sekolah apa yang cocok buat dirinya, dan prospek ke depan bagaimana dan tentunya harus paham kemampuan anak bagaimana,” jelas Dea. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangan orang tua ketika memilih sekolah, buat anak-anaknya. Misalnya saja dari fasilitas sekolah yang terdiri dari ruang kelas, lapangan olahraga, fasilitas pendukung lainnya. SDM sekolah, guru, kepala sekolah, kurikulum yang ditawarkan lokasi, dan tentu saja biaya yang dibutuhkan.
”Semakin hari biaya pendidikan semakin mahal, demikian juga penawaran berbagai model pendidikan yang harus diseleksi sesuai dengan kemampuan dan kemauan anak,” paparnya. Tapi yang pasti, menurut Dea, sebagus apapun fasilitas pendidikan dimana anak bersekolah, bukan berarti orang tua lepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya pada orang tuanya.
”Justru pendidikan sebenarnya diperoleh anak melalui sosialisasi keluarga,” jelas Dea. Dalam keluarga ada beberapa hal yang menjadi poin penting yang perlu ditekankan pada anak, diantaranya pendidikan agama, pendidikan moral, life skill, bahkan sampai pendidikan formal. Pendidikan formal di rumah misalnya dengan adanya model homeschooling.
Tips Pilih Sekolah
Minat : Faktor utama yang harus diketahui adalah minat anak. Mengetahui minat anak memudahkan memilih sekolah.
Biaya : Pertimbangkan masalah biaya. Sebelum mendaftar tanya secara detil biaya apa saja yang kira-kira akan dikeluarkan sepanjang menuntaskan pendidikan.
Prospek : Lihat prospek masa depan setelah lulus dan apa yang telah dicapai anak setelah lulus. Jangan hanya karena sedang trend maka memutuskan masuk sekolah itu. Cari tahu info tentang prospek masa depan dari jurusan yang diambil.
Reputasi : Perhatikan pula fasilitas belajar-mengajarnya, kualitas lulusannya, dan bagaimana reputasi sekolah tersebut di kalangan pendidik.
Status Akreditasi : Bila sekolah swasta pertanyakan status akreditasinya. Status akreditasi menentukan kemandirian suatu sekolah dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
Jalur dan Jenjang Pendidikan : Saat ini banyak sekali program pendidikan dengan berbagai jangka waktu tempuh pendidikan. Untuk Indonesia, kita memiliki 2 jenjang jalur pendidikan yaitu jalur akademik (strata 1, 2, 3) serta jalur profesional (diploma 1, 2, 3). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada keahlian tertentu. Tapi ingat, harus bisa membedakan antara jalur diploma yang diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi dan jalur diploma yang diselenggarakan oleh lembaga kursus. Biasanya lembaga kursus akan menjaring siswanya dengan mengiming-imingi kata-kata 'setara' diploma 1, diploma 2 atau diploma 3. Hati-hati.
Fasilitas Pendidikan : Hati-hatilah dengan tampilan fisik. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus kami ketahui dalam suatu sekolah adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), studio dan perpustakaan yang dimiliki.
”Sebagus apapun kualitas tempat anak menuntut ilmu secara formal, orang tua tetap memiliki andil yang besar apakah pendidikan yang dijalaninya berhasil atau tidak,” ungkap Psikolog yang akrab disapa Dea ini. Melihat kondisi anak yang masih labil, Dea mengungkapkan pada dasarnya anak sering mengalami kebingungan dalam memilih sekolah yang tepat. Hal ini disebabkan anak belum mampu mempertimbangkan pendidikan model apa yang terbaik buat dirinya, maka orangtua berkewajiban mencarikan pendidikan yang terbaik buat anak-anaknya. Pendidikan yang baik tentunya sesuai dengan karakteristik anak.
”Masing-masing anak mempunyai kebutuhan berbeda untuk model pendidikannya, sesuai dengan kemampuan anak sesuai dan juga kemauan anak, dalam hal ini bukan berarti orang tua boleh memaksakan kehendaknya, tapi lebih pada memberi pengertian pada si anak sekolah apa yang cocok buat dirinya, dan prospek ke depan bagaimana dan tentunya harus paham kemampuan anak bagaimana,” jelas Dea. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangan orang tua ketika memilih sekolah, buat anak-anaknya. Misalnya saja dari fasilitas sekolah yang terdiri dari ruang kelas, lapangan olahraga, fasilitas pendukung lainnya. SDM sekolah, guru, kepala sekolah, kurikulum yang ditawarkan lokasi, dan tentu saja biaya yang dibutuhkan.
”Semakin hari biaya pendidikan semakin mahal, demikian juga penawaran berbagai model pendidikan yang harus diseleksi sesuai dengan kemampuan dan kemauan anak,” paparnya. Tapi yang pasti, menurut Dea, sebagus apapun fasilitas pendidikan dimana anak bersekolah, bukan berarti orang tua lepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya pada orang tuanya.
”Justru pendidikan sebenarnya diperoleh anak melalui sosialisasi keluarga,” jelas Dea. Dalam keluarga ada beberapa hal yang menjadi poin penting yang perlu ditekankan pada anak, diantaranya pendidikan agama, pendidikan moral, life skill, bahkan sampai pendidikan formal. Pendidikan formal di rumah misalnya dengan adanya model homeschooling.
Tips Pilih Sekolah
Minat : Faktor utama yang harus diketahui adalah minat anak. Mengetahui minat anak memudahkan memilih sekolah.
Biaya : Pertimbangkan masalah biaya. Sebelum mendaftar tanya secara detil biaya apa saja yang kira-kira akan dikeluarkan sepanjang menuntaskan pendidikan.
Prospek : Lihat prospek masa depan setelah lulus dan apa yang telah dicapai anak setelah lulus. Jangan hanya karena sedang trend maka memutuskan masuk sekolah itu. Cari tahu info tentang prospek masa depan dari jurusan yang diambil.
Reputasi : Perhatikan pula fasilitas belajar-mengajarnya, kualitas lulusannya, dan bagaimana reputasi sekolah tersebut di kalangan pendidik.
Status Akreditasi : Bila sekolah swasta pertanyakan status akreditasinya. Status akreditasi menentukan kemandirian suatu sekolah dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
Jalur dan Jenjang Pendidikan : Saat ini banyak sekali program pendidikan dengan berbagai jangka waktu tempuh pendidikan. Untuk Indonesia, kita memiliki 2 jenjang jalur pendidikan yaitu jalur akademik (strata 1, 2, 3) serta jalur profesional (diploma 1, 2, 3). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada keahlian tertentu. Tapi ingat, harus bisa membedakan antara jalur diploma yang diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi dan jalur diploma yang diselenggarakan oleh lembaga kursus. Biasanya lembaga kursus akan menjaring siswanya dengan mengiming-imingi kata-kata 'setara' diploma 1, diploma 2 atau diploma 3. Hati-hati.
Fasilitas Pendidikan : Hati-hatilah dengan tampilan fisik. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus kami ketahui dalam suatu sekolah adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), studio dan perpustakaan yang dimiliki.
peran orang tua terhadap pendidikan anak
Keberhasilan pendidikan yang dijalani
seorang anak, menurut Psikolog, Bibiana Dyah Cahyani, tidak terlepas
dari peran orang tua. Orang tua memiliki peranan yang penting dalam
menentukan dan mengarahkan sekolah yang tepat buat anaknya. Tapi bukan
suatu hal yang bijak jika pendidikan sepenuhnya diserahkan hanya pada
pihak sekolah saja.
”Sebagus apapun kualitas tempat anak menuntut ilmu secara formal, orang tua tetap memiliki andil yang besar apakah pendidikan yang dijalaninya berhasil atau tidak,” ungkap Psikolog yang akrab disapa Dea ini. Melihat kondisi anak yang masih labil, Dea mengungkapkan pada dasarnya anak sering mengalami kebingungan dalam memilih sekolah yang tepat. Hal ini disebabkan anak belum mampu mempertimbangkan pendidikan model apa yang terbaik buat dirinya, maka orangtua berkewajiban mencarikan pendidikan yang terbaik buat anak-anaknya. Pendidikan yang baik tentunya sesuai dengan karakteristik anak.
”Masing-masing anak mempunyai kebutuhan berbeda untuk model pendidikannya, sesuai dengan kemampuan anak sesuai dan juga kemauan anak, dalam hal ini bukan berarti orang tua boleh memaksakan kehendaknya, tapi lebih pada memberi pengertian pada si anak sekolah apa yang cocok buat dirinya, dan prospek ke depan bagaimana dan tentunya harus paham kemampuan anak bagaimana,” jelas Dea. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangan orang tua ketika memilih sekolah, buat anak-anaknya. Misalnya saja dari fasilitas sekolah yang terdiri dari ruang kelas, lapangan olahraga, fasilitas pendukung lainnya. SDM sekolah, guru, kepala sekolah, kurikulum yang ditawarkan lokasi, dan tentu saja biaya yang dibutuhkan.
”Semakin hari biaya pendidikan semakin mahal, demikian juga penawaran berbagai model pendidikan yang harus diseleksi sesuai dengan kemampuan dan kemauan anak,” paparnya. Tapi yang pasti, menurut Dea, sebagus apapun fasilitas pendidikan dimana anak bersekolah, bukan berarti orang tua lepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya pada orang tuanya.
”Justru pendidikan sebenarnya diperoleh anak melalui sosialisasi keluarga,” jelas Dea. Dalam keluarga ada beberapa hal yang menjadi poin penting yang perlu ditekankan pada anak, diantaranya pendidikan agama, pendidikan moral, life skill, bahkan sampai pendidikan formal. Pendidikan formal di rumah misalnya dengan adanya model homeschooling.
Tips Pilih Sekolah
Minat : Faktor utama yang harus diketahui adalah minat anak. Mengetahui minat anak memudahkan memilih sekolah.
Biaya : Pertimbangkan masalah biaya. Sebelum mendaftar tanya secara detil biaya apa saja yang kira-kira akan dikeluarkan sepanjang menuntaskan pendidikan.
Prospek : Lihat prospek masa depan setelah lulus dan apa yang telah dicapai anak setelah lulus. Jangan hanya karena sedang trend maka memutuskan masuk sekolah itu. Cari tahu info tentang prospek masa depan dari jurusan yang diambil.
Reputasi : Perhatikan pula fasilitas belajar-mengajarnya, kualitas lulusannya, dan bagaimana reputasi sekolah tersebut di kalangan pendidik.
Status Akreditasi : Bila sekolah swasta pertanyakan status akreditasinya. Status akreditasi menentukan kemandirian suatu sekolah dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
Jalur dan Jenjang Pendidikan : Saat ini banyak sekali program pendidikan dengan berbagai jangka waktu tempuh pendidikan. Untuk Indonesia, kita memiliki 2 jenjang jalur pendidikan yaitu jalur akademik (strata 1, 2, 3) serta jalur profesional (diploma 1, 2, 3). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada keahlian tertentu. Tapi ingat, harus bisa membedakan antara jalur diploma yang diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi dan jalur diploma yang diselenggarakan oleh lembaga kursus. Biasanya lembaga kursus akan menjaring siswanya dengan mengiming-imingi kata-kata 'setara' diploma 1, diploma 2 atau diploma 3. Hati-hati.
Fasilitas Pendidikan : Hati-hatilah dengan tampilan fisik. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus kami ketahui dalam suatu sekolah adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), studio dan perpustakaan yang dimiliki.
”Sebagus apapun kualitas tempat anak menuntut ilmu secara formal, orang tua tetap memiliki andil yang besar apakah pendidikan yang dijalaninya berhasil atau tidak,” ungkap Psikolog yang akrab disapa Dea ini. Melihat kondisi anak yang masih labil, Dea mengungkapkan pada dasarnya anak sering mengalami kebingungan dalam memilih sekolah yang tepat. Hal ini disebabkan anak belum mampu mempertimbangkan pendidikan model apa yang terbaik buat dirinya, maka orangtua berkewajiban mencarikan pendidikan yang terbaik buat anak-anaknya. Pendidikan yang baik tentunya sesuai dengan karakteristik anak.
”Masing-masing anak mempunyai kebutuhan berbeda untuk model pendidikannya, sesuai dengan kemampuan anak sesuai dan juga kemauan anak, dalam hal ini bukan berarti orang tua boleh memaksakan kehendaknya, tapi lebih pada memberi pengertian pada si anak sekolah apa yang cocok buat dirinya, dan prospek ke depan bagaimana dan tentunya harus paham kemampuan anak bagaimana,” jelas Dea. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangan orang tua ketika memilih sekolah, buat anak-anaknya. Misalnya saja dari fasilitas sekolah yang terdiri dari ruang kelas, lapangan olahraga, fasilitas pendukung lainnya. SDM sekolah, guru, kepala sekolah, kurikulum yang ditawarkan lokasi, dan tentu saja biaya yang dibutuhkan.
”Semakin hari biaya pendidikan semakin mahal, demikian juga penawaran berbagai model pendidikan yang harus diseleksi sesuai dengan kemampuan dan kemauan anak,” paparnya. Tapi yang pasti, menurut Dea, sebagus apapun fasilitas pendidikan dimana anak bersekolah, bukan berarti orang tua lepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya pada orang tuanya.
”Justru pendidikan sebenarnya diperoleh anak melalui sosialisasi keluarga,” jelas Dea. Dalam keluarga ada beberapa hal yang menjadi poin penting yang perlu ditekankan pada anak, diantaranya pendidikan agama, pendidikan moral, life skill, bahkan sampai pendidikan formal. Pendidikan formal di rumah misalnya dengan adanya model homeschooling.
Tips Pilih Sekolah
Minat : Faktor utama yang harus diketahui adalah minat anak. Mengetahui minat anak memudahkan memilih sekolah.
Biaya : Pertimbangkan masalah biaya. Sebelum mendaftar tanya secara detil biaya apa saja yang kira-kira akan dikeluarkan sepanjang menuntaskan pendidikan.
Prospek : Lihat prospek masa depan setelah lulus dan apa yang telah dicapai anak setelah lulus. Jangan hanya karena sedang trend maka memutuskan masuk sekolah itu. Cari tahu info tentang prospek masa depan dari jurusan yang diambil.
Reputasi : Perhatikan pula fasilitas belajar-mengajarnya, kualitas lulusannya, dan bagaimana reputasi sekolah tersebut di kalangan pendidik.
Status Akreditasi : Bila sekolah swasta pertanyakan status akreditasinya. Status akreditasi menentukan kemandirian suatu sekolah dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
Jalur dan Jenjang Pendidikan : Saat ini banyak sekali program pendidikan dengan berbagai jangka waktu tempuh pendidikan. Untuk Indonesia, kita memiliki 2 jenjang jalur pendidikan yaitu jalur akademik (strata 1, 2, 3) serta jalur profesional (diploma 1, 2, 3). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada keahlian tertentu. Tapi ingat, harus bisa membedakan antara jalur diploma yang diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi dan jalur diploma yang diselenggarakan oleh lembaga kursus. Biasanya lembaga kursus akan menjaring siswanya dengan mengiming-imingi kata-kata 'setara' diploma 1, diploma 2 atau diploma 3. Hati-hati.
Fasilitas Pendidikan : Hati-hatilah dengan tampilan fisik. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus kami ketahui dalam suatu sekolah adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), studio dan perpustakaan yang dimiliki.
Subscribe to:
Posts (Atom)