Pada hari minggu pagi - pagi jam 05:00 aku bangun.Setelah itu aku melihat televisi.Sesudah itu aku makan .Kalau sudah aku mandi.Lalu aku memakai baju untuk jalan-jalan.Kalau sudah aku,mama,papa,dan adik mulai jalan -jalan keluar gerbang.Lalu aku beli makanan di luar gerbang.Makanan kesukaanku adalah Ketupat sayur,makanan kesukaan ayahku adalah soto ayam/sapi.Lalu aku papa,mama,dan adik.Lalu aku pulang bersama
ayah,ibu,dan adik.Dan kamu mau tahu tidak nomor telepon ibuku.
Informasi, serba-serbi, dan ajang kegiatan Ekskul Internet JFK School Citra Raya
Showing posts with label INHAN. Show all posts
Showing posts with label INHAN. Show all posts
Thursday, March 24, 2011
Thursday, February 17, 2011
Natal di hatiku
Pagi - pagi jam delapan acara hari natal di JFK SCHOOL sudah di mulai. Yang pertama doa pembukaan dulu.Lalu yang terakhir drama yang orangnya Bertha,Thio,Rhenaldy.Lalu mereka bercerita tentang Natal Di Hatiku.Yang jadi Kakek Rhenaldy,yang jadi Tina Thio,yang jadi Nikita Bertha.Pada saat itu kakek memberikan hadiah untuk Nikita.Nikita dan Tina diajak kakek jalan -jalan.Dan mereka betemu orang batak orang batak itu bernyanyi untuk Nikita.Nikita sangat senang sekali dengan lagunya dan cerita ini sudah selesai dan tinggal doa penutup habis itu cerita ini sudah selesai tamat.Thursday, February 10, 2011
CERITA KRISNA
Pada zaman dahulu ada seorang dewa bernama Krisna.Dan dia tidak sedirian dia punya banyak teman yang bernama Zubala,Madu,Balaram, dan lain - lainnya.Krisna dan teman -temannya sedang bermain di ladang . Krisna dan teman - temannya sedang bermaain tarik tambang.Dan kalau jatuh kalau jatuh kalah.Dan Krisna mendengar suara minta tolong!....tolong!.... .Dan Krisna segera pergi kesana.Dan Krisna melihat Iblis api.Dan krisnamem
Thursday, January 27, 2011
Cerita Krisna
Dahulu kala Krisna dan teman - teman sedang bermain di ladang sambil membawa sapi.Dan krisna sedang bermain polisi maling.Krisna dan balaram yang jadi polisi.Sedangkan teman - temannya jadi maling.Tapi Krisna dan teman - temannya begitu senang sekali.Kemudian Krisna mendengar suara "tolong....!" "tolong....!Lalu Krisna kesana dan Krisna bertemu Ibis api.
Thursday, November 18, 2010
Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak
Keberhasilan pendidikan yang dijalani
seorang anak, menurut Psikolog, Bibiana Dyah Cahyani, tidak terlepas
dari peran orang tua. Orang tua memiliki peranan yang penting dalam
menentukan dan mengarahkan sekolah yang tepat buat anaknya. Tapi bukan
suatu hal yang bijak jika pendidikan sepenuhnya diserahkan hanya pada
pihak sekolah saja.
”Sebagus apapun kualitas tempat anak menuntut ilmu secara formal, orang tua tetap memiliki andil yang besar apakah pendidikan yang dijalaninya berhasil atau tidak,” ungkap Psikolog yang akrab disapa Dea ini. Melihat kondisi anak yang masih labil, Dea mengungkapkan pada dasarnya anak sering mengalami kebingungan dalam memilih sekolah yang tepat. Hal ini disebabkan anak belum mampu mempertimbangkan pendidikan model apa yang terbaik buat dirinya, maka orangtua berkewajiban mencarikan pendidikan yang terbaik buat anak-anaknya. Pendidikan yang baik tentunya sesuai dengan karakteristik anak.
”Masing-masing anak mempunyai kebutuhan berbeda untuk model pendidikannya, sesuai dengan kemampuan anak sesuai dan juga kemauan anak, dalam hal ini bukan berarti orang tua boleh memaksakan kehendaknya, tapi lebih pada memberi pengertian pada si anak sekolah apa yang cocok buat dirinya, dan prospek ke depan bagaimana dan tentunya harus paham kemampuan anak bagaimana,” jelas Dea. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangan orang tua ketika memilih sekolah, buat anak-anaknya. Misalnya saja dari fasilitas sekolah yang terdiri dari ruang kelas, lapangan olahraga, fasilitas pendukung lainnya. SDM sekolah, guru, kepala sekolah, kurikulum yang ditawarkan lokasi, dan tentu saja biaya yang dibutuhkan.
”Semakin hari biaya pendidikan semakin mahal, demikian juga penawaran berbagai model pendidikan yang harus diseleksi sesuai dengan kemampuan dan kemauan anak,” paparnya. Tapi yang pasti, menurut Dea, sebagus apapun fasilitas pendidikan dimana anak bersekolah, bukan berarti orang tua lepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya pada orang tuanya.
”Justru pendidikan sebenarnya diperoleh anak melalui sosialisasi keluarga,” jelas Dea. Dalam keluarga ada beberapa hal yang menjadi poin penting yang perlu ditekankan pada anak, diantaranya pendidikan agama, pendidikan moral, life skill, bahkan sampai pendidikan formal. Pendidikan formal di rumah misalnya dengan adanya model homeschooling.
”Sebagus apapun kualitas tempat anak menuntut ilmu secara formal, orang tua tetap memiliki andil yang besar apakah pendidikan yang dijalaninya berhasil atau tidak,” ungkap Psikolog yang akrab disapa Dea ini. Melihat kondisi anak yang masih labil, Dea mengungkapkan pada dasarnya anak sering mengalami kebingungan dalam memilih sekolah yang tepat. Hal ini disebabkan anak belum mampu mempertimbangkan pendidikan model apa yang terbaik buat dirinya, maka orangtua berkewajiban mencarikan pendidikan yang terbaik buat anak-anaknya. Pendidikan yang baik tentunya sesuai dengan karakteristik anak.
”Masing-masing anak mempunyai kebutuhan berbeda untuk model pendidikannya, sesuai dengan kemampuan anak sesuai dan juga kemauan anak, dalam hal ini bukan berarti orang tua boleh memaksakan kehendaknya, tapi lebih pada memberi pengertian pada si anak sekolah apa yang cocok buat dirinya, dan prospek ke depan bagaimana dan tentunya harus paham kemampuan anak bagaimana,” jelas Dea. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangan orang tua ketika memilih sekolah, buat anak-anaknya. Misalnya saja dari fasilitas sekolah yang terdiri dari ruang kelas, lapangan olahraga, fasilitas pendukung lainnya. SDM sekolah, guru, kepala sekolah, kurikulum yang ditawarkan lokasi, dan tentu saja biaya yang dibutuhkan.
”Semakin hari biaya pendidikan semakin mahal, demikian juga penawaran berbagai model pendidikan yang harus diseleksi sesuai dengan kemampuan dan kemauan anak,” paparnya. Tapi yang pasti, menurut Dea, sebagus apapun fasilitas pendidikan dimana anak bersekolah, bukan berarti orang tua lepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya pada orang tuanya.
”Justru pendidikan sebenarnya diperoleh anak melalui sosialisasi keluarga,” jelas Dea. Dalam keluarga ada beberapa hal yang menjadi poin penting yang perlu ditekankan pada anak, diantaranya pendidikan agama, pendidikan moral, life skill, bahkan sampai pendidikan formal. Pendidikan formal di rumah misalnya dengan adanya model homeschooling.
Thursday, September 30, 2010
Aku dan Keluargaku
Hai teman-teman nama saya Inhan. Nama adik saya Soweun. Nama mama saya Nani Yunani. Nama papa saya Jeong Hail. Rumah saya di Taman Puspa blok C11/33. Umur saya 8 tahun. Umur adik saya 1 tahun. Kerja papaku membuat sendal.Sekolah saya di JFK SCHOOL. Saya kalau pulang jajan. Setelah pulang sekolah saya makan bersama adik, ibu dan ayah. Pas malam saya nonton tv sambil belajar. Setelah itu saya tidur. Seteah itu saya bangun. lalu saya sekolah. Saya belajar apa saja di sana. Di sanalah saya mendapatkan ilmu dan menjadi pintar.Lalu pas sudah selesai saya pulang dari sekolah di jemput lalu saya ganti baju dan seteah itu saya bermain sepeda bersama teman - teman kalau sudah jam 06:00 saya mandi setelah itu makan sambil noton tv setelah itu saya tidur dan saya kadang -kadang saya bangun jam berapa aja pas sudah pagi saya makan dan setelah itu saya mandi lalu saya pergi ke sekolah lagi dan saya belajar kalau pulangnya jam 12:50 setelah itu saya pulang tamat.
.
.
Thursday, September 23, 2010
Sekolahku JFK SCHOOL
Hai teman-teman nama saya INHAN dan Sekolahku diJFK SCHOOL dan nama wali kelas saya adalah MS. Tesa dan nama guru saya adalah MSR. bambang ,MS.PIPIT,DLL dan teman kesukaan saya adalah MARIO,NURANISA,HEYKEL,ANDRE ,DIKA,SISKA,RENALDY,ALWAN,DEVINA,THIO danVANNES,ALDO,PATRICIA dan teman yang aku tidak aku suka adalah SUJIN,EARENS,NURUL,CANDRA,LUCY,NARESHA,WAWAN,PUTU dan EBEN pelajaran kesukaanku adalah ktk,seni musik,matematika komputer dan b.inggris danekskul kesukaan saya adalah internet,dan b.inggris begitulah ceritaku tamat
Subscribe to:
Comments (Atom)